Posted by Unknown at 4:16 AM
Read our previous post
Satu
hari di mana Si Butung sedang sakit, tumpukan pekerjaan yang tak
kunjung usai, ditambah kewajiban lain yang menunggu dituntaskan, rasanya
Anda membutuhkan sebuah sandaran untuk mengurangi penat. Kehadiran
pasangan pun menjadi demikian penting untuk meringankan beban pikiran.
Ketika Anda sedang merasa resah dan membutuhkan ketenangan, sebuah
pelukan dari Si Dia rasanya memiliki makna yang lebih tulus dan
mendalam.
Berbicara
mengenai pelukan, tampaknya semua orang akan sepakat terhadap kekuatan
pelukan yang luar biasa. Ketika tubuh saling bersentuhan, hati Anda dan
dia pun seakan menyatu tak terpisahkan. Bahkan, seketika kita merasa
dada dan lengan Si Dia menjadi tempat ternyaman yang pernah kita
singgahi.
Akan
tetapi, pelukan seperti apa yang paling tulus dan melahirkan
ketenangan? Apa yang ingin ia sampaikan melalui pelukannya? Seringkali
mungkin Anda juga bingung dengan tingkah pola Si Dia yang sulit ditebak.
Ahli komunikasi Peter A. Andersen, PhD, dan Audrey Nelson, PhD,
memaparkan arti dari pelukan Si Dia yang biasa dilakukan di sofa atau di
ranjang.
Sewaktu
Anda mengutarakan kecemasan, ia akan menarik kepala Anda dengan lembut
menuju dadanya. Pria dengan segala kekuatan dan keinginan untuk
melindungi, berpandangan bahwa tempat paling nyaman untuk pasangan
adalah di bagian dada. Ia pun akan mengusap lembut punggung atau kepala
Anda, seolah mengutarakan bahwa semuanya akan baik-baik saja. Pada
posisi ini, selain menyandarkan kepala di dadanya, tangan Anda pun
dengan leluasa bisa mendekap pasangan.
Dekapan
pria yang demikian, menunjukkan bahwa ia dapat diandalkan dalam banyak
hal. Pria tipe ini memiliki naluri untuk menunjukkan sikap “jantan”
dengan melindungi Anda, juga menunjukkan kelembutannya dengan penuh
kasih. Maka jangan ragu menyandarkan kepala Anda di dadanya ketika penat
menyerang. Selain Anda nyaman, ia pun akan merasa tersanjung karena
dipercaya menjadi tempat bersandar.
Bayangkan
posisi Anda yang meringkuk dan ia “menyelimuti“ punggung Anda dari
belakang. Pelukan intim ini menunjukkan dia merasa nyaman dengan
kedekatan fisik. Dengan posisi seperti ini pula, ia merasa memiliki Anda
sepenuhnya, serta bertanggung jawab terhadap keadaan diri Anda. Bisa
jadi, dia sedang memiliki dorongan seks yang tinggi.
Bagaimana
jika suami begitu menggemari posisi ini dan jarang mendekap Anda dengan
cara lain? Ada kemungkinan ia memang menikmati saat-saat dekat dengan
Anda namun kurang nyaman mengekspresikan diri secara emosional. Sehingga
ia memilih menunjukkan ekspresi cintanya melalui gestur ini.
Kadangkala, pria yang mengambil posisi seperti ini justru sebetulnya
sedang membutuhkan kenyamanan, lho. Dekapannya seolah menunjukkan ia
sedang “mengadu” tanpa kata-kata, karena pria tipe ini cenderung
kebingungan mengutarakan kecemasannya.
Jika
Anda dan pasangan berada dalam posisi ini, biarkan ia merengkuh Anda
dari belakang, namun tetap respon gestur pasangan dengan cara
menggenggam tangannya. Jangan sampai abai dengan bahasa tubuhnya hanya
karena posisi Anda membelakangi dia.
Misalnya
ketika sedang menonton TV di sofa, ia menyandarkan kepalanya di
pangkuan Anda. Bisa jadi, ia sedang membutuhkan perhatian. Pria yang
menyenangi posisi seperti ini biasanya berharap pasangan dapat
menunjukkan kasih sayang dan bisa menyemangati dirinya. Coba belai
kepalanya atau ajak ia berbicara santai sambil menatap matanya, maka ia
akan merasa Anda ada untuk menemaninya.
Untuk
tipe wanita yang sangat senang memerhatikan pasangan, posisi seperti
ini akan membuat mereka sangat bahagia dan merasa dibutuhkan. Kendati
demikian, bukan berarti ia begitu tergantung pada Anda, lho. Melainkan
ia tipe yang sangat sensitif dan terbuka, sehingga nyaman membagikan
keluh-kesahnya.
Bagi
beberapa orang, posisi ini tidak begitu menunjukkan keintiman.
Bayangkan ini, Anda duduk berdua dengan suami di sofa, lalu ia
meluruskan lengannya ke arah bahu Anda tapi tanpa menyentuh bahu.
Seolah, ia merangkul Anda namun dilakukan dengan ogah-ogahan atau
sekadar basa-basi.
Pria
tipe ini, biasanya memang kurang nyaman dengan kontak fisik ringan yang
biasa dilakukan ketika beraktivitas bersama pasangan. Kendati demikian,
ia menyadari kebutuhan Anda untuk melakukan kontak dengannya, sehingga
ia tetap berupaya untuk menyenangkan Anda.
Yang
harus diingat, bukan berarti pelukan seperti ini mengindikasikan ia
tidak mencintai Anda. Pasalnya setiap orang memiliki kebiasaan dan
pandangan yang berbeda terhadap suatu hal. Namun jika Anda menginginkan
ia lebih ekspresif, boleh-boleh saja membicarakan hal ini di saat
santai. Kuncinya, jangan terlalu menuntut, tapi lakukan perlahan-lahan.
Misalnya Anda membiasakan diri merangkul atau memeluknya pada saat-saat
tertentu, sehingga ia terbiasa dengan kontak fisik ringan yang dapat
dilakukan di sela-sela kegiatan.
Beda
halnya jika posisi ini dilakukan di tempat yang tidak terlalu pribadi,
ketika pasangan sedang berbincang dengan rekannya. Posisi yang demikian,
justru menunjukkan bahwa ia tetap “ada” untuk Anda meskipun sedang
asyik berdiskusi mengenai hal lain.
Sumber: http://haxims.blogspot.com/2012/01/arti-dari-pelukan.html


No comments:
Post a Comment