Posted by Unknown at 5:02 AM
Read our previous post
Referensi Skripsi, Pengaruh Motivasi Belajar
Siswa adalah sumber daya yang berharga dalam sekolah, sebab melalui
kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh manusia ini, sekolah dapat
mencapai tujuannya. Seiring dengan itu pula siswa sebagai anggota
sekolah mengupayakan agar pendidikan tetap berlangsung kehidupannya
serta mengembangkannya untuk mencapai kemajuan yang diinginkan, karena
sebagai salah satu bentuk kehidupan. Sekolah ini pun terikat dalam
proses keberadaan pertumbuhan dan perkembangan.
Pendidikan merupakan salah satu sarana
untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dimana secara
mendasar pendidikan mempunyai peranan meningkatkan kemampuan dasar
manusia untuk mendapatkan memanfaatkan, mengembangkan, serta menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi. SDM berkualitas sangat penting,dalam
melaksanakan pembangunan berkelanjutan . Oleh karenanya, perluasan dan
pemerataan kesempatan belajar merupakan salah satu prioritas utama dalam
pembangunan, baik sarana maupun prasarana pendidikan tingkat dasar,
menengah dan atas. Pada awalnya dimulai dengan program wajib belajar 6
tahun, kemudian diperluas 9 tahun, sehingga mendorong masyarakat untuk
berperan aktif dalam pendidikan. Dengan demikian, setiap anak
mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan sampai ke
tingkat atas minimal sampai tamat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Penempatan siswa merupakan salah satu
faktor yang menyebabkan meningkatnya motivasi belajar siswa pada suatu
sekolah. Penempatan siswa adalah bentuk dari pengembangan sumberdaya
manusia yang mengarah pada pencapaian keunggulan sekolah karena
penempatan siswa adalah bentuk usaha meningkatkan motivasi belajar
siswa. Penempatan siswa akan membawa dampak positif karena akan mampu
meningkatkan kemampuan, keterampilan dan sikap siswa terhadap
tugas-tugasnya.
Manajemen Sumber Daya Manusia
Definisi terlengkap tentang apa yang dimaksud dengan “Sumber Daya Manusia” dapat ditarik dari uraian Davydov tentang potensi manusia. Ia mengatakan: “Penemuan mutakhir dalam ilmu antropologi, psikologi, logika, dan faal mengungkapkan bahwa kemampuan manusia itu sangat luas. Penemuan ilmu pengetahuan menunjukan bahwa otak manusia mempunyai cadangan yang sangat besar. Dalam keadaan biasa manusia hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuannya. Jika kita dapat mengembangkan setengah dari kapasitas kemampuan kita, dengan mudah kita dapat menguasai 40 bahasa, menghafal ensikiopedia (yang besar) dan meraih berlusin-lusin gelar akademis”.
Definisi terlengkap tentang apa yang dimaksud dengan “Sumber Daya Manusia” dapat ditarik dari uraian Davydov tentang potensi manusia. Ia mengatakan: “Penemuan mutakhir dalam ilmu antropologi, psikologi, logika, dan faal mengungkapkan bahwa kemampuan manusia itu sangat luas. Penemuan ilmu pengetahuan menunjukan bahwa otak manusia mempunyai cadangan yang sangat besar. Dalam keadaan biasa manusia hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuannya. Jika kita dapat mengembangkan setengah dari kapasitas kemampuan kita, dengan mudah kita dapat menguasai 40 bahasa, menghafal ensikiopedia (yang besar) dan meraih berlusin-lusin gelar akademis”.
Manajemen sumber daya manusia mencakup
perencanaan untuk mencegah penggunaan tenaga kerja secara berlebihan
atau di bawah kebutuhan pendayagunaan guna mencapai optimalisasi hasil
kerja. Pengembangan dilakukan untuk menjamin cadangan tenaga kerja yang
terampil, mewujudkan hubungan antar pribadi dalam rangka menjamin
terlaksananya kegiatan yang efektif dan menjalin hubungan industrial
dengan tenaga kerja guna mewujudkan manajemen partisipatif dan
pendayagunaan tenaga kerja yang semi terlatih.
Dengan demikian permasalahan sumber daya manusia harus ditinjau dari beberapa segi antara lain yang paling menentukan adalah:
1. Pertimbangan filosofis,
2. Pertimbangan perilaku, dan
3. Pertimbangan ekonomi.
Upaya pendayagunaan dan pengembangan sumber daya manusia tidak dapat terlepas dari tiga pertimbangan diatas (Bennet N.B. Silalahi,2000: 2).
1. Pertimbangan filosofis,
2. Pertimbangan perilaku, dan
3. Pertimbangan ekonomi.
Upaya pendayagunaan dan pengembangan sumber daya manusia tidak dapat terlepas dari tiga pertimbangan diatas (Bennet N.B. Silalahi,2000: 2).
Motivasi Belajar
Motivasi berasal dari kata motif. Motif berarti suatu perangsang atau dorongan dari dalam (inner drive) yang menyebabkan seseorang membuat sesuatu. Payaman J. Simanjuntak (2001:199) mengatakan bahwa, motivasi dalam sekolah merupakan proses bagaimana menumbuhkan dan menimbulkan dorongan supaya seseorang berbuat atau belajar.
Motivasi berasal dari kata motif. Motif berarti suatu perangsang atau dorongan dari dalam (inner drive) yang menyebabkan seseorang membuat sesuatu. Payaman J. Simanjuntak (2001:199) mengatakan bahwa, motivasi dalam sekolah merupakan proses bagaimana menumbuhkan dan menimbulkan dorongan supaya seseorang berbuat atau belajar.
Oleh sebab itu setiap guru akan selalu
mengusahakan agar kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan dapat dilakukan dengan cara yang efektif dan efisien.
Untuk itu perlu diadakan perencanaan, pengorganisasian, koordinasi kerja
dan pengawasan secara baik. Dengan kata lain hal-hal itu semua
dilaksanakan agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai secara
efektif dan efisien.
Dengan demikian motivasi adalah usaha
atau kegiatan dari guru sekolah untuk menimbulkan dan meningkatkan
semangat dan kegairahan belajar dari para siswanya.
Motivasi Belajar Menurut Para Ahli
1. Menurut pendapat Dessler (1993) dalam Kuswadi (2004 : 328) bahwa :
1. Menurut pendapat Dessler (1993) dalam Kuswadi (2004 : 328) bahwa :
Motivate to represent matter modestly because people is basically motivated or impelled for berperilaku in way of certain felt instruct at deserts acquirement.
Artinya : Motivasi merupakan hal yang
sederhana karena orang-orang pada dasarnya termotivasi atau terdorong
untuk berperilaku dalam cara tertentu yang dirasakan mengarah pada
perolehan ganjaran.
2. Menurut Mohammad As’ad (2003 : 120) bahwa :
Motivate is oftentimes interpreted with motivation term, the energy or motivation represent soul motion and corporeal to do so that the the motif represent a driving force moving human being to comport, and in its deed have a purpose certain.
Artinya : Motivasi seringkali diartikan
dengan istilah dorongan, dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak
jiwa dan jasmani untuk berbuat sehingga motif tersebut merupakan suatu
driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah laku dan
didalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.
Download Referensi Skripsi; Pengaruh Motivasi Belajar dan Disiplin Siswa Terhadap Prestasi - Download Referensi Skripsi; BAB I
- Download Referensi Skripsi; BAB II
- Download Referensi Skripsi; BAB III
- Download Referensi Skripsi; BAB IV
- Download Referensi Skripsi; BAB V
- Download Referensi Skripsi; BAB VI
* Mohon konfirmasi, jika terdapat link download yang eror
http://duniabaca.com/pengaruh-motivasi-belajar-dan-disiplin-siswa-terhadap-prestasi.html



No comments:
Post a Comment