Posted by Unknown at 4:56 AM
Read our previous post
Setelah 150 tahun dianggap punah, sejenis kura-kura raksasa Galapagos
bakal kembali "hidup", demikian dilaporkan para ilmuwan, Senin
(9/1/2012).
Para peneliti menemukan spesies yang hilang itu–yang disebut
Elephantopus chelonoidis–dengan menganalisis genom spesies lain yang
berkerabat dekat, Chelonoidis becki. Jenis kedua ini hidup di Pulau
Isabela, pulau terbesar di Kepulauan Galapagos, Samudra Pasifik. Pulau
ini terletak sekitar 322 kilometer dari Pulau Floreana, di mana
Chelonoidis elephantopus terakhir terlihat sebelum menghilang, diduga
karena perburuan oleh pemburu paus, sekitar 150 tahun yang lalu.
Kedua spesies kura-kura raksasa yang hidup di Kepulauan Galapagos itu
memiliki cangkang yang bentuknya berbeda. Cangkang C elephantopus di
Pulau Floreana berbentuk pelana, sementara kura-kura di pulau-pulau
lainnya, termasuk C becki, memiliki cangkang berbentuk kubah. Kura-kura
raksasa ini bisa mencapai bobot hampir 408 kilogram dan panjang hampir
1,8 meter.
Penemuan keturunan campuran
Pada tahun 2008 para peneliti menemukan bahwa beberapa kura-kura C becki
memiliki cangkang berbentuk lebih mirip pelana daripada kubah. Mereka
lalu meyakini bahwa ini adalah keturunan campuran (hibrida) dari
perkawinan antara kedua spesies yang berbeda. Mereka kemudian mengambil
sampel untuk analisis genetik dari 1.669 kura-kura besar dari pulau itu,
atau sekitar 20 persen dari total populasi. Hasilnya, ditemukan
beberapa potongan genom C. elephantopus dalam populasi tersebut.
Menggunakan model komputer khusus, mereka menganalisis kapan gen ini
masuk ke populasi. Yang jelas, pembauran gen itu terjadi ketika seekor C
elephantopus kawin dengan C becki–dan ini adalah bukti tidak langsung
bahwa pada saat itu masih ada kura-kura jenis C elephantopus yang hidup.
Mereka menemukan, 84 dari kura-kura itu memiliki indikator genetik bahwa
salah satu induk mereka adalah C elephantopus, dan 30 di antaranya
berumur kurang dari 15 tahun. Mengingat umur kura-kura bisa mencapai 100
tahun, para peneliti mengatakan kemungkinan besar induk yang berjenis C
elephantopus masih hidup.
"Ini adalah pertama kalinya spesies makhluk hidup ditemukan kembali
dengan cara melacak jejak genetiknya yang tertinggal dalam genom
keturunan campuran mereka," ujar peneliti Ryan Garrick dari Yale
University, dan kini asisten profesor di University of Mississippi.
"Temuan ini memberi napas kehidupan baru untuk usaha konservasi bagi
hewan-hewan ini."
Berdasarkan perbedaan genetik di antara kura-kura blasteran itu, para
peneliti memperkirakan bahwa setidaknya ada 38 ekor C elephantopus
meninggalkan keturunan campuran di Kepulauan Galapagos, dan beberapa
mungkin masih hidup.
Menghidupkan yang sudah punah
Jika para peneliti dapat menemukan populasi tersebut, mereka bisa
menangkap beberapa untuk dijadikan induk dalam program penangkaran
sehingga spesies tersebut "hidup" lagi. Dalam makalah yang diterbitkan 9
Januari 2012 di jurnal Current Biology, para peneliti bahkan menuliskan
kemungkinan "membangkitkan" spesies itu dari potongan genetik yang
ditemukan dalam kura-kuran jenis C becki.
"Jika kita bisa menemukan hewan-hewan ini, kita dapat mengembalikan
mereka ke pulau asal mereka. Ini penting karena hewan-hewan itu adalah
spesies kunci yang memainkan peran penting dalam mempertahankan
integritas ekologis di sana," kata peneliti Gisella Caccone dari Yale
University.
Dalam diskusi yang menarik, para peneliti masih bertanya-tanya bagaimana
kura-kura raksasa bisa berpindah dari Pulau Floreana ke Isabela. Mereka
menduga hewan-hewan itu mungkin dibawa ke Isabela sebagai makanan dan
kemudian dibuang ke laut atau ditinggalkan di pantai. (kompas.com)
Sumber: http://javascrub.blogspot.com/2012/01/kura-kura-raksasa-yang-punah-muncul.html



No comments:
Post a Comment