Posted by Unknown at 4:45 AM
Read our previous post
![]() |
| Ilustrasi wajah manusia Red Deer Cave yang fosilnya ditemukan di Cina. |
Kerangka manusia ditemukan di wilayah Maludong, dekat kota Mengzi di
Propinsi Yunnan serta di Longlin, Propinsi Guangxi, Cina. Ditemukan
tahun 1979 dan 1989 namun lama tak dipelajari, palaentolog akhirnya
berhasil mengetahui bahwa fosil tersebut berusia antara 11.500 - 14.500
tahun. Namun, sampai saat ini, jenis manusia itu belum ditetapkan, cuma
disebut manusia Red Deer Cave.
Dalam publikasinya di jurnal PLoS ONE, Rabu (14/3/2012), palaentolog
asal Cina dan Australia yang melakukan penelitian mengungkapkan bahwa
fosil itu kemungkinan merujuk pada spesies baru manusia. Meski demikian,
Darren Curnoe dari University of New South Wales yang terlibat
penelitian mengatakan, studi lebih lanjut masih harus dilakukan untuk
mengklasifikasikan fosil manusia yang ditemukan.
"Kami akan hati-hati dalam menggolongkannya. Salah satu alasannya karena
dalam ilmu tentang evolusi manusia atau palaeoantropologi, kita tidak
punya definisi umum tentang Homo sapiens, jenis kita sendiri antara
percaya atau tidak. Jadi ini sangat kontroversial," kata Curnoe seperti
dikutip BBC, Rabu (14/3/2012).
Curnoe menguraikan, analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa gigi dari
manusia Longlin dan Maludong menunjukkan kesamaan. Artinya, mereka
merupakan satu populasi.
Namun, jika dibandingkan dengan jenis manusia lain, kedua fosil itu
punya perbedaan. Manusia Longlin dan Maludong seperti perpaduan antara
manusia purba dan modern. Secara umum, fosil memiliki rongga tengkorak
yang bulat dan menonjol di bagian tulang alis. Tulang tengkoraknya
tebal, berwajah pendek dan datar serta memiliki hidung yang lebar.
Pemindaian X-Ray pada rongga otak menunjukkan bahwa manusia gua ini
punya lobus frontal yang tampak modern dengan lobus anterior atau
parietal yang masih tampak primitif. Ciri lain, rahang manusia gua yang
ditemukan tampak sedikit menonjol. Tetapi, manusia ini memiliki fitur
dagu yang tak semenonjol pada manusia modern.
Curnoe memiliki tiga skenario tentang asal usul manusia gua ini.
Pertama, manusia ini merepresentasikan Homo sapiens primitif yang
bermigrasi dan hidup terisolasi dari yang lain.Skenario kedua, manusia
ini mungkin Homo sapiens yang berbeda, yang berevolusi di Asia dan hidup
sezaman dengan manusia saat ini selama beberapa lama. Sementara,
skenario ketiga yang diajukan adalah bahwa manusia ini mungkin hasil
perkawinan silang.
"Sangat mungkin manusia ini adalah hasil perkawinan silang antara
manusia modern dan manusia purba yang ada saat itu. Opsi lain, mereka
berevolusi secara terpisah karena tekanan genetik atau isolasi dalam
respon terhadap tekanan lingkungan, misalnya iklim," ungkap Isabelle De
Groote, pakar palaeoantropologi dari National History Museum, Lonson.
Analisis DNA masih harus dilakukan untuk memastikan semuanya. Namun,
terlepas dari spesies baru atau bukan, fosil ini tetap penting karena
kondisinya yang masih bagus serta mampu menggambarkan kompleksitas
migrasi dan perkembangan spesies manusia.
"Manusia Red Deer Cave hidup di wilayah yang dulu sangat menarik di
Cina, dalam masa yang disebut epipalaeolitik atau akhir Zaman Batu. Tak
jauh dari Longlin, ada sistus arkeologi dimana bukti awal epipalaeolitik
di Asia Timur ditemukan. Ini diduduki oleh manusia yang sudah tampak
modern dan sudah mulai membuat keramik untuk menyimpan makanan. Dan
mereka mulai memanen padi liar. Ada transisi yang menarik antara berburu
dan meramu menuju pertanian," ungkap Curnoe.
Dalam penelitian selanjutnya, Curnoe yang juga bekerja dengan Ji Xueping
dari Yunnan Institute of Cultural Relics and Archaeology akan
menganalisis artefak budaya dan alat batu yang ditemukan. Mungkinkah
manusia gua ini akan menjadi kerabat baru kita?
BBC/kcm
Sumber: http://yasirmaster.blogspot.com/2012/03/inikah-spesies-baru-kerabat-manusia.html



No comments:
Post a Comment