Comments

Tuesday, December 24, 2013

Cara membedakan senyuman tulus dan senyuman palsu

Posted by at 7:23 PM Read our previous post

http://ariswildan.blogspot.com/search/label/cara%2Ftrik

Siapapun bisa tertipu oleh senyuman. Banyak orang yang mampu menyembunyikan kesedihan, keraguan, atau bahkan kebencian lewat senyuman. Maka dari itu, supaya Anda tidak tertipu lagi, Anda perlu tahu beberapa cara membedakan senyuman tulus dan senyum palsu. Dilansir dari Marie France Asia, berikut ini caranya.

1. Sebuah senyuman yang tulus bisa dilihat dari seberapa banyak kerutan yang terbentuk di sudut-sudut mata seseorang.
 Untuk tersenyum, seseorang menggerakkan otot-otot sudut bibir, tulang pipi, dan sudut mata. Semakin banyak kerutan yang terbuat di sudut mata dengan keadaan dahi tidak berkerut, maka semakin tulus seseorang tersenyum.

2. Senyuman yang terlalu lebar bisa menandakan bahwa seseorang tersebut sedang berpura-pura.
  Tanda seseorang tersenyum terlalu lebar adalah dengan tertariknya pula otot dagu sehingga bibir bawah menjadi terlalu melebar. Senyum yang seperti ini akan cepat menghilang karena pemiliknya tidak tulus saat memberikannya.

3. Seseorang yang egois lebih jarang tersenyum.

 Jikapun tersenyum, orang-orang yang egois ini akan menunjukkan keengganannya dengan senyuman miring. Namun, tidak semua senyuman miring memiliki arti tidak tulus, ya.

Untuk membedakan senyuman miring, Anda bisa melihat sudut bibir mana yang terangkat. Jika sudut kanan bibir yang terangkat, itu berarti seseorang tersebut sedang meremehkan lawan bicaranya, atau sedang merencanakan hal buruk. Pada momen ini, otak kiri sebagai pusat pemikiran teknis yang bekerja. Namun jika sebelah kiri bibir yang terangkat, ini berarti seseorang tersebut tulus. Pada saat orang tersenyum seperti ini, maka otak kanan yang merupakan pusat kontrol perasaan sedang bekerja.

4. Wanita yang sudah memiliki posisi tinggi di jenjang karirnya memilih untuk lebih sedikit tersenyum.

 Hal ini dikarenakan otak kirinya lebih sering diaktifkan daripada otak kanannya. Anda bisa melihat hal ini pada diri Anna Wintour, editor in chief majalah Vogue edisi Amerika. Dia amat jarang tersenyum bukan?

Semoga setelah mengetahui cara-cara ini Anda tidak akan lagi tertipu oleh senyuman seseorang.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
© Aris Wildan is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon(enhanced by aris wildan) - Best SEO Template