Comments

Tuesday, October 22, 2013

5 Kelas prostitusi di Bali

Posted by at 5:32 AM Read our previous post
Sebagai lokasi wisata dunia, Bali tidak bisa lepas dari kehidupan malamnya. Bali mampu menarik wanita wanita penghibur dari kelas bawahan hingga kelas atas mencari nafkah.

Mereka datang ke Bali karena menyadari keberadaan pasar lelaki hidung belang yang selalu berkeinginan memuaskan hasrat birahinya. Para pekerja seks komersial ini datang ke Bali tidak hanya menarget para turis yang datang, tetapi juga mengincar kelompok pekerja kelas bawah.

Pemerintah daerah sebenarnya memiliki perda untuk pemberantasan pelacuran. Tetapi perda ini mandul hingga kini. Bahkan semakin hari jumlah 'kupu-kupu malam' di Pulau Dewata semakin bertambah.

Berikut ini 5 kelas prostitusi di Bali:

1. Di pinggir jalan

 

 Bagi warga Bali yang sering lewat Jalan Gatot Subroto, Denpasar, tidak asing lagi dengan praktik prostitusi tiap malam. Para pekerja seks komersial sering mangkal di sekitar perempatan Jalan Bung Tomo dan Jalan Pidada.

Para PSK yang berada di lokalisasi ini memasang tarif yang tidak tinggi. Menurut catatan survei dari Yayasan Kertipraja yang bergerak dalam konseling PSK menghitung mereka seringkali bersedia dibayar sekitar Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu.

Hitungan yayasan ini, ada sekitar 300 PSK yang beroperasi di ruas jalan ini. Pihak pemerintah sudah sering melakukan penertiban, tetapi selalu gagal mengusik keberadaan mereka.

2. Lokalisasi kelas bawah

 

 Lokalisasi di Jl Danau Tempe, Sanur ini dikenal banyak untuk kalangan kelas bawah. PSK yang beroperasi kebanyakan berasal dari kota kota di Jawa Timur dan Jawa Barat. Mereka beroperasi di bilik bilik gelap nan sempit di sekitaran Sanur.

Jangan bayangkan tempat yang layak bagi 'operasi' mereka. Sehari hari mereka menjual layanan seks berteman dinding kusam, dipan dari semen dan kasur busa tipis. Lampunya remang remang dengan suara musik dangdut berdentum.

Konsumen mereka juga dari kalangan kelas bawah. Tarifnya berkisar antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu sekali kencan. Lokasi yang hampir mirip juga ditemukan di Padanggalak, Sanur.

3. Bungalow

 

 Di kawasan Jalan Danau Poso, prostitusi sudah menjadi rahasia umum. Hanya bedanya dengan di kawasan Jalan Danau Tempe, di Jalan Danau Poso tingkatannya lebih beragam. Di Jalan Danau Poso, tempat mangkal prostitusi beragam.
Ada yang berbaur dengan rumah penduduk. Ada juga yang beroperasi di bungalow bungalow wisata. PSK di bungalow memasang tarif yang lebih mahal dari mereka yang beroperasi di Jalan Danau Tempe.

Menurut pegiat dari Yayasan Kertipraja prostitusi di bungalow kawasan Sanur menyasar kelas yang lebih tinggi. Tarif para PSK di bungalow bungalow kawasan Sanur ini bervariasi antara Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu sekali kencan.
Beberapa tamu pria hidung belang yang datang di antaranya adalah wisatawan lokal dari kota kota di Pulau Jawa termasuk Jakarta. Prostitusi di wilayah ini konon sudah tumbuh sejak 1950-an.

4. Memancing di tempat hiburan

 

Prostitusi di Bali juga ikut menyergap banyak tempat hiburan malam yang beroperasi di seluruh Bali. Utamanya di kawasan wisata Kuta, Legian, Seminyak. Hanya bedanya, mereka para PSK menyamar dengan berlagak seperti tamu. Tentu saja mereka harus modal untuk mendapatkan pelanggan. Modal itu digunakan untuk tarif tempat hiburan tempat mereka mencari pelanggan dan juga membayar harga minuman.

Banyak di antara mereka mendapat penghasilan bagus dengan cara menyamar. Mereka menjemput bola, dan bisa mengajak pelanggan pergi keluar. Catatan Yayasan Kertipraja, tarif mereka bervariasi. Dalam sekali kencan bisa dapat Rp 1 juta jika tamunya wisatawan mancanegara.

5. Mangkal di lokasi hiburan malam

 

 Di berbagai kawasan di Kuta seperti Jalan By Pass Ngurah Rai atau Legian? Cukup banyak tempat prostitusi yang berkedok hiburan. Di sini banyak wanita yang berperan sebagai pemandu tetapi bisa berperan sebagai PSK.

Jumlah mereka makin menjamur seiring tingginya jumlah wisatawan ke Bali baik lokal maupun manca. Mereka yang mangkal di lokasi hiburan malam ini rata-rata memasang tarif tinggi. Dalam sekali kencan mereka bisa mendapatkan Rp 1 juta dari pria hidung belang.

Para PSK di tempat hiburan malam ini kebanyakan sadar tentang pentingnya keamanan dalam berhubungan.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
© Aris Wildan is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon(enhanced by aris wildan) - Best SEO Template