Comments

Wednesday, December 4, 2013

Wanita lebih bisa menjadi pemimpin yang mengayomi

Posted by at 5:19 AM Read our previous post

http://ariswildan.blogspot.com/search/label/wanita

Di zaman emansipasi wanita seperti sekarang ini, isu terkait pemimpin wanita tetap menjadi bahan pembicaraan yang hangat di setiap jenis pekerjaan. Beberapa berpendapat bahwa pemimpin wanita tidak akan efektif, karena wanita memang tidak ditakdirkan untuk memimpin dengan segala sensitivitas perasaan yang dimiliki. Beberapa yang lain berpendapat bahwa wanita bisa menjadi pemimpin untuk skala yang terbatas, tergantung seberapa kuat mental wanita itu sendiri.

Dilansir dari Redbookmag, berikut ini adalah beberapa alasan mengapa wanita bisa menjadi pemimpin yang lebih mengayomi daripada pria.

1. Lebih bisa memanfaatkan penghargaan

Seorang bos perempuan tidak akan memberikan imbalan untuk perseorangan terhadap keberhasilan tim di kantornya. Tidak ada aktor utama bagi seorang bos perempuan, semua karyawannya adalah aset perusahaan. Jadi, jika Anda kebetulan menjadi penentu tercapainya target kantor dari tim Anda bulan ini, jangan mengharapkan bonus pribadi seperti waktu cuti seminggu. Sebagai gantinya, mungkin Anda akan mendapatkan voucher makan siang di sebuah restoran mewah bersama kawan satu tim Anda guna semakin memperkuat kerjasama.

2. Cenderung lebih mendengarkan banyak pendapat

Wanita begitu paham bagaimana rasanya ingin didengar. Oleh karena itu, seorang bos perempuan biasanya akan meminta pendapat dari semua karyawannya saat rapat, daripada hanya meminta saran dari asistennya saja. Seorang wanita mengerti bahwa seminimal apapun efek sebuah pemikiran dari seorang karyawan, hal tersebut akan memberinya sudut pandang lain untuk mengembangkan perusahaan.

3. Lebih memahami kendala karyawan

Dengan sensitivitas perasaan yang dimiliki, seorang bos perempuan akan lebih mengerti mengapa karyawannya sering harus izin tidak masuk kantor karena keluarga, atau mengapa karyawan mengalami kesulitan mencapai target yang ditentukan oleh perusahaan. Dia akan menggali lebih dalam tentang alasan permasalahan tersebut, alih-alih memanggil karyawan tersebut ke ruangannya dan menegurnya.

4. Lebih luar mengambil sudut pandang

Seorang wanita akan cenderung memasukkan aspek emosi dan pemahaman terhadap pencarian solusi. Ini dikarenakan seorang wanita memiliki insting yang kuat terhadap keadaan di sekelilingnya, daripada pria yang lebih berorientasi pada cepat atau tidaknya solusi yang dibutuhkan dapat bisa berhasil.

5. Pertanyaan-pertanyaan yang lebih spesifik

Seorang wanita memiliki keingintahuan yang tulus. Kepeduliannya terhadap kinerja karyawannya yang bermasalah membawanya pada penelusuran yang mendalam sebelum akhirnya mendiskusikannya dengan karyawan tersebut.

6. Multi-tasker handal

Berbagai penelitian telah menunjukkan bagaimana seorang wanita dapat meng-handle 2 atau lebih urusan dalam satu waktu misalnya, menerima telepon klien sambil menyelesaikan diagram performa kerja di komputer. Hal ini akan lebih menguntungkan perusahaan karena kemungkinan adanya pekerjaan yang terbengkalai akan mengecil.

7. Wanita tidak agresif

Wanita mengerti betapa pentingnya kerja pelan-pelan dan penuh kesabaran. Oleh karena itu, adanya sikap gegabah dalam mengambil keputusan bisa diminimalisir.
Itulah alasan mengapa wanita lebih bisa menjadi seorang pemimpin yang mengayomi.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
© Aris Wildan is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon(enhanced by aris wildan) - Best SEO Template