Comments

Wednesday, September 18, 2013

5 Alasan piranha dan ikan aligator bisa hidup di Indonesia

Posted by at 5:47 AM Read our previous post

Beberapa waktu lalu ada kabar mengejutkan di dunia perikanan tentang lepasnya ikan aligator dan piranha di Waduk Jatiluhur dan Cirata, Jawa Barat. Dua ikan air tawar ini sejatinya berasal dari kawasan hutan hujan tropis di Amazon, Amerika Selatan. Keduanya merupakan karnivora atau pemakan daging, sehingga dianggap berbahaya.


Oleh sebab itu dua jenis ikan itu masuk buku hitam larangan diperjualbelikan antar negara. Alasannya karena ikan-ikan itu bisa merusak kelestarian sumber perairan. Piranha dan ikan aligator biasanya memangsa ikan-ikan liar lainnya.

Berikut ini 5 alasan ikan piranha dan aligator bisa hidup di Indonesia:

1. Kemampuan adaptasi

Pakar Perikanan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Triyanto mengatakan, ikan-ikan endemik negara lain bisa saja hidup di Indonesia dengan cara adaptasi, misalnya piranha dan aligator itu. Bahkan dia menyebut banyak ikan-ikan bukan asli Indonesia, kemudian beradaptasi hingga berkembang biak di Indonesia.

Yang dikhawatirkan kalau berkembang biak. Bisa saja nanti ikan (aligator) di Waduk Jatiluhur berkembang biak. Yang perlu dikhawatirkan kan itu, bisa memangsa ikan-ikan di sana. Kalau seperti itu bisa bahaya. Ini mirip hama keong emas. Keong emas itu bukan asli Indonesia, awalnya ga banyak, tapi lama-lama berkembang biak, malah jadi hama pertanian, ujarnya.

Tapi apa mungkin ikan endemik Amazon bisa hidup di Indonesia? Dia menjawab, kalau adaptasi, ya bisa lah. Banyak to, ikan-ikan yang bukan asli Indonesia kemudian beradaptasi di Indonesia. Adaptasi saja, lama-lama juga pasti bisa. Contohnya ikan hias di Indonesia banyak, yang dari Brazil, Amerika dan Afrika, misalnya ikan-ikan hias itu.

2. Dibudidayakan

Alasan lain karena ikan-ikan itu dibudidayakan. Misalnya ikan aligator. Awalnya spesies ikan pemakan daging (karnivora) yang lepas di waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, itu dibudidayakan warga setempat sebagai ikan hias.

Namun pada akhir 2011 lalu budidaya ikan aligator ketahuan, lalu didatangi Dinas Perikanan dan Peternakan setempat. Akhirnya ikan-ikan hasil budidaya diangkut ke Jakarta. Tapi ternyata, beberapa ikan itu ada yang lepas ke dalam Waduk dan tetap hidup sampai sekarang.

Ada yang membudidayakan di waduk, terus dikasih tahu kalau ikan itu dilarang dibudidayakan, lalu ikannya di bawa ke Jakarta. Nampaknya ada sisa ikan lepas ke waduk, kata Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan setempat Herry Hermawan

3. Dijadikan ikan hias di rumah

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Herry Hermawan, ikan aligator kecil (Lepisosteus oculatus) selama ini memang banyak dipelihara sebagai ikan hias rumahan. Ikan ini dipelihara untuk keperluan pribadi. Tapi bila ikan ini dilepas ke perairan umum, kemudian jadi besar bisa berbahaya karena memangsa ikan jenis lain.

4. Stok makanan berlimpah

Beberapa jenis ikan karnivora dilarang dibudidayakan di perairan umum, termasuk jenis piranha dan aligator. Alasannya, ikan itu dianggap berbahaya karena bisa merusak sumber daya perairan. Ikan jenis ini memangsa ikan jenis lain sehingga akan berdampak pada berkurangnya ikan tangkapan nelayan.

Contohnya di Waduk Jatiluhur. Aligator bisa hidup sampai sekarang karena stok makanan masih banyak. Menurut Pakar Perikanan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Triyanto, saat ini mungkin belum berbahaya karena stok makanan masih banyak.

Tapi kalau makanan sudah habis, yang namanya hewan, khawatirnya nanti menyerang manusia karena tidak ada lagi makanan, ujarnya.

5. Iklim di Amazon mirip dengan di Indonesia

Hutan hujan tropis amazon di bagian benua Amerika Selatan dikenal sebagai habitat asli ikan piranha dan aligator. Hutan itu memiliki kondisi iklim yang mirip dengan wilayah Indonesia, misalnya hutan Kalimantan. Begitu juga dengan beberapa satwa, ada beberapa jenis satwa yang sama-sama menghuni dua wilayah tropis ini.

Contohnya adalah Pesut, ular anaconda dan beberapa hewan langka yang hanya ada di Kalimantan dan Amazon. Kehidupan alam dan hutan di Amazon tak jauh beda dengan hutan Kalimantan. Lembab, becek, berawa serta terdapat danau-danau kecil yang kaya akan kehidupan khas lahan basah.

Tapi apa mungkin ikan endemik Amazon bisa hidup di Indonesia? Pakar Perikanan dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Triyanto menjawab, kalau adaptasi, ya bisa lah. Banyak to, ikan-ikan yang bukan asli Indonesia kemudian beradaptasi di Indonesia. Adaptasi saja, lama-lama juga pasti bisa. Contohnya ikan hias di Indonesia banyak, yang dari Brazil, Amerika dan Afrika, misalnya ikan-ikan hias itu.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
© Aris Wildan is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon(enhanced by aris wildan) - Best SEO Template