Comments

Monday, September 16, 2013

7 Kuman penyebab penyakit yang ditemukan dalam makanan

Posted by at 6:16 AM Read our previous post


Setiap tahunnya, selalu ada kasus penyakit yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi kuman. Beberapa di antara kasus tersebut bahkan sifatnya mematikan.

Pada dasarnya, Anda bisa menurunkan risiko penyakit tersebut dengan cara menghindari makanan tertentu yang ditinggali kuman. Setidaknya, ada tujuh kuman penyebab penyakit yang ditemukan dalam makanan. Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Live Science berikut ini.


1. E. coli

Bakteri Escherichia coli hidup di usus manusia dan hewan seperti sapi, kambing, dan domba. Bakteri ini biasanya ditemukan dalam makanan berupa daging panggang yang kurang matang, susu dan jus mentah, serta air yang terkontaminasi.
Gejala terinfeksi bakteri E. coli di antaranya adalah diare, sakit perut, dan muntah selama lima sampai 10 hari.
Untuk menghindari infeksi kuman penyebab penyakit ini, pastikan Anda memasak daging hingga matang, mencuci buah dan sayur hingga bersih atau memasaknya, dan menghindari susu yang belum dipasteurisasi.
Meskipun kebanyakan bakteri E. coli tidak berbahaya, namun beberapa strain bakteri tersebut bisa memicu diare darah, gagal ginjal, sampai kematian.


2. Campylobacter

Campylobacter jejuni adalah bakteri berbentuk spiral yang hidup di tubuh ayam dan sapi, menginfeksi tanpa memunculkan tanda-tanda sakit.
Kebanyakan orang yang terkena campylobacteriosis biasanya akan langsung diare, kram perut, sakit perut, dan demam selama dua sampai lima hari. Diare pun bisa berupa darah yang diikuti dengan mual dan muntah selama kurang lebih satu minggu.
Pada tahun 2005, Campylobacter pernah ditemukan dalam 47 persen dada ayam mentah yang diperiksa oleh Food and Drug Administration di Amerika.
Kebanyakan infeksi bakteri ini memang tidak mematikan, namun cukup berbahaya bagi anak-anak, lansia, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh rendah.
Cara mencegah infeksi Campylobacter adalah memasak daging sampai matang, mencuci tangan dan peralatan dapur setelah bersentuhan dengan daging, dan minum susu yang sudah dipasteurisasi.



3. Listeria

Listeria monocytogenes adalah bakteri yang ditemukan di tanah, air, makanan mentah, makanan olahan, dan susu yang belum dipasteurisasi. Tak seperti kuman penyakit lainnya, Listeria lebih berbahaya karena bisa tumbuh dan menyebar meski terkena suhu dingin lemari es.
Gejala infeksi bakteri Listeria adalah demam, menggigil, sakit kepala, sakit perut, dan muntah. Pada beberapa kasus, seperti ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem imun rendah, infeksi Listeria bisa bersifat mematikan.
Untuk mencegah Listeria, buah-buahan berkulit tebal seperti melon, semangka, dan timun disikat kulitnya hingga bersih sebelum disimpan dalam lemari es. Kemudian daging kemasan juga sebaiknya tidak disimpan di dalam lemari es lebih dari satu minggu.


4. Vibrio

Vibrio parahaemolyticus adalah bakteri yang hidup di air asin dan sering ditemukan dalam makanan laut yang masih mentah.
Orang-orang yang suka mengonsumsi tiram mentah bisa terinfeksi bakteri Vibrio selama kurang dari 24 jam dan menimbulkan gejala seperti diare, kram perut, mual, muntah, demam, dan menggigil.
Gejala infeksi bakteri Vibrio bisa berlangsung selama tiga hari. Sementara cara mencegahnya adalah dengan memasak makanan laut terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.


5. Toxoplasma

Parasit Toxoplasma gondii paling sering menyerang ibu hamil, anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem imun rendah. Namun sedikit sekali pasien yang menunjukkan gejala dari infeksi parasit tersebut.
Setidaknya, infeksi parasit Toxoplasma menyebabkan penderita sakit kepala, demam, dan tidak enak badan.
Meski tidak ada gejala, parasit Toxoplasma bisa berbahaya karena bisa menghancurkan otak, mata, dan organ penting lainnya. Biasanya infeksi Toxoplasma berasal dari kontak dengan kotoran kucing yang membawa parasit atau makan daging mentah atau kurang matang, atau minum air yang terkontaminasi.
Untuk mencegah infeksi Toxoplasma, jangan malas cuci tangan, masak makanan sampai matang, hindari minum air mentah, dan ketika hamil, jauhi kotoran kucing.

6. Salmonella

Salmonella adalah kumpulan bakteri yang sering ditemukan dalam daging ayam mentah, telur, daging sapi, dan kadang-kadang buah dan sayur mentah.
Infeksi bakteri Salmonella bisa menyebabkan demam, diare, kram perut, dan sakit kepala yang cenderung berlangsung selama empat sampai tujuh hari.
Kebanyakan kasus infeksi bakteri Salmonella bisa sembuh dengan sendirinya. Namun balita, lansia, dan penderita penyakit kronis yang terserang infeksi Salmonella bisa bersifat mematikan karena bakteri mampu menyebar melalui pembuluh darah ke berbagai organ tubuh.
Untuk mencegah infeksi Salmonella, jangan makan telur mentah atau setengah matang dan daging ayam atau sapi mentah atau setengah matang. Makanan mentah pun harus dipisah dengan yang sudah matang. Sementara kebersihan alat dapur juga harus selalu dijaga.

7. Norovirus

Norovirus adalah virus yang menyebabkan gastroenteritis - penyakit yang memicu inflamasi pada perut dan usus.
Gejala dari serangan Norovirus biasanya disebut dengan flu perut. Norovirus pun umumnya ditemukan dalam makanan dan minuman yang terkontaminasi serta menyebar melalui penderita yang terinfeksi.
Gastroenteritis termasuk penyakit menular. Gejalanya adalah mual, kram perut, muntah, diare, sakit kepala, demam dan lemas yang biasanya berlangsung selama tujuh hari.
Kebanyakan penderita bisa sembuh dengan sendirinya. Sementara untuk mencegah infeksi virus ini, jangan malas mencuci tangan dengan sabun, rajin membersihkan dapur dan isinya, serta mengolah makanan dengan baik dan benar.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
© Aris Wildan is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon(enhanced by aris wildan) - Best SEO Template