Comments

Friday, August 2, 2013

Sembilan kota mati tersohor sejagat

Posted by at 6:51 AM Read our previous post
Zaman dulu beberapa kota ini menjadi simbol sebuah peradaban dan kehidupan dengan segudang cerita mengiringinya. Namun kini, kota-kota ini ditinggalkan seluruh penghuninya dan menjadi kota mati bahkan beberapa diantaranya berhantu.

Bangunan berarsitektur luar biasa itu kini hanya menjadi bangkai. Konon banyak arwah menempati lantaran memang tidak satu pun kehidupan manusia ada di sana. Meski demikian, kota-kota ini menjadi layak dikunjungi sebab nilai sejarahnya.

Di mana saja kota mati paling tersohor sejagat? Dilansir dari travellone.com, berikut ulasannya.


1. Prypiat, Ukraina Utara

 

Kota besar di tempat paling terasing di Ukraina utara ini merupakan bekas perumahan para pekerja kawasan nuklir Chernobyl. Kawasan ini langsung menjadi kota mati setelah terjadi bencana nuklir menewaskan hampir 50 ribu jiwa.
Kini lokasi itu menjadi museum dan bagian sejarah erat kaitannya dengan Uni Sovyet. Nampak terlihat bangunan apartemen, kolam renang, rumah sakit, dan lainnya hancur. Semua isi dalam bangunan ditinggalkan begitu saja seperti pelbagai dokumen, televisi, mainan anak, pakaian, serta benda-benda lain.


2. Sah Zhi, Taiwan

 

Di utara Taiwan pernah dibangun sebuah kampung bernuansa masa depan (futuristik) dengan bangunan mirip obat tablet. Awalnya ini hanya sebagai tempat peristirahatan mewah untuk para taipan Taiwan. Namun banyak kecelakaan fatal saat proyek pembangunannya berlangsung akhirnya dihentikan.
Pembangunan ditambah mengalami kesulitan dana dan sumber daya manusia. Akhirnya proyek tempat ini benar-benar dihentikan. Sah Zhi menjadi kota mati dan konon dihuni para hantu dari para pekerja yang tewas saat membangun kota itu.

3. Craco, Italia

 

Kota Craco terletak di wilayah Basilicata, Italia, dekat Teluk Taranto. Kota ini khas dengan perbukitan dan masyarakatnya hidup sejahtera menjadi petani gandum.
Namun pada 1922 bencana alam mulai menimpa Craco. Cuaca buruk serta gempa bumi, tanah longsor, dan perang dunia pertama membuat kota dengan populasi sekitar 2.000 orang ini bermigrasi ke Amerika Utara. Mereka rame-rame pindah massal lantaran tidak tahan dengan keadaan itu.
Kini kota itu mati dan rusak parah, namun ada beberapa puing tersisa yang menandakan di sana pernah ada kehidupan.


4. Oradour Sul Glane, Prancis

 

Sebuah perkampungan kecil bernama Oradur Sul Glane terletak di Prancis menjadi saksi bisu kekejaan perang dunia ke II. Sekitar 624 dibantai tentara Jerman sebagai bentuk pembalasan atas perlakuan Negeri Menara Eiffel itu.
Jerman saat itu hendak menyerang di perbatasan Oradour Sul Glane namun kota ini malah diporak porandakan. Hingga kini kota mati itu menyisakan puing bangunan dan kehidupan sunyi menyeramkan.

5. Pulau Gunkan Jima, Jepang

 

Pulau ini masuk dalam wilayah kepulauan Kota Nagasaki, Jepang. Gunkan Jima dalam bahasa Negeri Matahari Terbit itu berarti kapal perang. Bentuknya dari atas memang terlihat mirip kapal.
Pulai ini dibeli oleh perusahaan Mitsubishi pada 1890. Mereka memulai proyek batubara dasar laut di sekitaran pulau. Satu dekade kemudian mereka membangun apartemen untuk para pekerja.
Populasi pulau itu membengkak pada 1959. Saat minyak bumi menggantikan batubara, tambang itu mulai ditutup dan penduduk mulai mengosongkan Gunkan Jima.

6. Kadykchan, Rusia

 

Kota Kadykchan merupakan kota kecil di Rusia yang hancur saat Uni Sovyet runtuh. Penduduk setempat berusaha berjuang mendapatkan akses air bersih, pelayanan kesehatan, dan juga sekolah.
Awalnya kota itu berpopulasi 12 ribu orang. Namun pemerintah Rusia menyuruh warga mengosongkan kota itu dan menempati rumah baru di kota lain. Mereka meninggalkan rumah dengan segala perabotannya. Anda bisa menemukan buku, mainan, pakaian, dan pelbagai barang di Kadykchan.

7. Kowloon, China

 

Kowloon, masuk dalam wilayah luar Hong Kong, China. Tempat ini dulunya sebagai basis tentara Jepang selama perang dunia ke II. Setelah Nippon mengalah pada sekutu, Kowloon diambil alih penduduk entah datang dari mana.
Saat itu Inggris masih berkuasa atas wilayah Hong Kong menyerukan pemerintah China bertanggung jawab atas Kowloon. Penduduknya tidak taat pada hukum pemerintah Britania.
Penduduk membangun kota mereka seperti labirin bahkan sinar matahari ogah masuk. Seluruh kota diterangi lampu. Di dalamnya ada rumah bordil, tempat judi, tempat memakai narkotika, seolah tidak terganggu dengan pemerintahan berwenang.
Baru pada 1993 Kowloon menjadi kota mati lantaran pemerintah China dan Inggris bahu membahu menyelesaikan masalah ini dan mengusir penduduk.

8. Varosha, Republik Siprus 

 

Kota Varosha terletak di Republik Siprus bagian utara namun tidak diakui oleh pemerintah negara ini sebab invasi Turki.
Awalnya pada 1970 kota ini menjadi kota tujuan wisata utama di Cyprus. Untuk memberikan pelayanan yang memuaskan kepada para wisatawan, kota ini membangun berbagai bangunan mewah dan hotel. Namun empat tahun kemudian tentara Turki menduduki kota itu dan memagarinya.
Tidak boleh ada yang keluar masuk kota tersebut tanpa seijin dari tentara Turki dan tentara Perserikatan Bangsa-Bangsanya. Rencana Varosha bakal dikembalikan di bawah tangan kendali Yunani, namun rencana tersebut tidak pernah terwujud. Hampir selama 34 tahun kota itu dibiarkan dan tidak ada perbaikan. Perlahan bangunan-bangunan hancur, metal mulai berkarat, jedela pecah, dan akar-akar tumbuhan menembus dinding dan trotoar. Di tahun 2010 Pemerintahan Turki bermaksud untuk membuka kembali Varosha untuk para turis dan kota kembali bisa didiami dan akan menjadi salah satu kota paling berpengaruh.

9. Kolmanskop, Namibia

 

Kolmanskop merupakan kota hantu di selatan Namibia. Letaknya hanya beberapa kilometer dari pelabuhan Luderitz. Pada 1908 orang-orang di pelabuhan berbondong-bondong menuju padang pasir Namib demi mencari berlian dan memang melimpah di sana. Dalam dua tahun saja, orang-orang Luderitz mampu membangun kota di tengah padang pasir dengan baik termasuk menyediakan prasarana tempat judi, sekolah, rumah sakit, serta rumah-rumah eksklusif.
Namun saat perang dunia pertama jual beli berlian menjadi terhenti. Kegiatan perekonomian kota menurun, dan kebutuhan hidup tidak lagi bisa dipenuhi sebab perang membuat krisis. Pada 1950 banyak orang mulai meninggalkan kota itu. Kota ini sedikit demi sedikit kembali tertimbun pasir dan hanya menyisakan sebuah bangunan nampak seperti gedung teater masih berdiri. Selebihnya rusak digerus pasir, bahkan ada yang sudah tenggelam.
Turis ingin mengunjungi kota hantu ini dilarang pergi malam-malam. Selain karena medan padang pasir yang kurang bersahabat, konon kota ini dihuni mereka yang tidak kasat mata.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
© Aris Wildan is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon(enhanced by aris wildan) - Best SEO Template