Comments

Friday, August 2, 2013

Kisah Pertempuran 2 Sniper Basmi 1 Kompi

Posted by at 7:08 AM Read our previous post

  Kisah mengenai penembak runduk atau sniper memang tak pernah usang di telan jaman dan kali ini saya akan menulis tentang 2 orang sniper di era perang vietnam tahun 60 an


Carlos Hathcock


                                                                             John rolland Burke

Pada akhir Maret 1967, sersan marinir Carlos Hathcock ( 25 thn ) dan Johnny Burke ( 22 thn ) bertugas di Lembah Gajah, vietnam.

Saat itu matahari baru saja terbit ketika mereka mendengar suara berisik dari sebelah kanan tempat persembunyian mereka. Mereka melihat sekitar 80 prajurit Vietnam Utara (sekitar 1 Kompi) atau lebih dikenal sbg NVA muncul dari arah sungai Ca De Song. Jarak itu hampir 1.000 m dari tempat persembunyian mereka. Prajurit Vietnam utara berjalan santai menuju tanggul yang terbentang di persawahan luas di depan mereka.

Dari balik hutan kedua sniper ini mengamati dan membidik calon korban mereka , kompi musuh ini nampak berjalan santai bahkan kedua perwiranya pun sama sekali tak berusaha menyuruh prajurit bersembunyi agar tidak berisik.


Saat itu merupakan situasi yang sangat ideal bagi seorang sniper. Medan yang luas rata, tidak ada angin, kabut ataupun uap panas (mirage) yang mengganggu penglihatan. Setelah pasukan mencapai jarak 700 m dari posisi kedua sniper AS itu ,

Carlos memerintahkan Jhonny menembak prajurit yang terakhir dan ia sendiri menembak si komandan di depan dan pembawa radio.
Kedua tembakan ini membuat prajurit panik dan lari berlindung di belakang tanggul sawah yang tingginya kira-kira 60 cm.


Tanpa pimpinan, tanpa senapan mesin, tanpa radio dan tidak tau apa yang harus dilakukan atau diperbuat. Pasukan Vietnam utara ini terjepit. Setiap ada diantara mereka yang mencoba mengeluarkan kepala dari balik tanggul, langsung tertembak mati.

Dalam hubungan radio ke markas marinir terdekat, Carlos menolak pengiriman pasukan bantuan marinir untuk menghabisi mereka. Karena menurutnya hanya akan mengakibatkan pertempuran yang baru dan jatuhnya korban dari pihak marinir.

“saya kira kami berdua mampu menahan mereka disana selama kami mau.” tukasnya kpd komandan marinir.

Waktu malam tiba, artileri terus menerus menerangi medan pertempuran dengan tembakan lampu suar (flare) sementara Carlos dan Johnny secara bergantian berjaga dan terus berpindah posisi agar musuh tidak dapat menembak mereka dan mencegah pasukan musuh lolos.

Di balik kegelapan tembakan gencar memecah keheningan malam
tidak ada kesempatan untuk tidur bagi kedua belah pihak

Hari ke 2 :

sekitar jam 10 pagi, delapan prajurit menyerbu deretan pepohonan dimana kedua Marinir ini bersembunyi (jarak kira-kira 600 m) hanya satu orang yang berhasil kembali ketanggul. Pada malam kedua, kabut turun menyelubungi sawah tersebut. Saat itu jumlah pasukan Vietnam Utara tinggal 65 orang. Sayangnya kesempatan baik untuk meloloskan diri ini disia-siakan oleh pasukan Vietnam Utara.

Hari ke 3 :

Keesokan harinya lima tentara Vietnam Utara yang nekat menyerbu deretan pepohonan tempat kedua sniper tersebut bersembunyi sambil memberondongkan AK-47. Kelima prajurit ini tidak pernah mencapai lebih dari 100 m dari tempat mereka semula (tewas).

Carlos dan Johnny selalu berpindah posisi. Bukan hanya untuk membingungkan lawan tapi juga untuk menghindari dari sengatan bau jenazah yang memualkan perut . Ketika para musuh ramai memberondongkan posisi tembak mereka sebelumnya, Carlos dan Johnny dengan tenang menembak dua-tiga orang dari posisi yang baru.

Sore berikutnya sekitar 10 prajurit nekat berlari kearah sungai. Sekali lagi semuanya tewas. 

Hari keempat :

Dihari ke empat siang dan malam peristiwa yang sama berulang. Setiap mereka berusaha lari, mereka langsung ditembak.

Hari Kelima :

Pada hari kelima hanya lima sampai enam orang saja yang tersisa dari 80 orang. Mereka sudah sakit dan hampir mati kelelahan. Bau bangkai sudah dapat tercium dari jarak beberapa kilometer.

Diakhir hari , hanya seorang sersan bagian perbekalan yang masih hidup.
Ia pada mulanya tak percaya kalau pasukannya dihabisi hanya oleh dua orang. Baru akhirnya dia mengetahui bahwa lawannya adalah Sniper

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
© Aris Wildan is powered by Blogger - Template designed by Stramaxon(enhanced by aris wildan) - Best SEO Template